Selasa, 17 Maret 2015

Tips Anti Depresi Saat Kehilangan Pekerjaan

Kehilangan pekerjaan, baik itu diberhentikan secara sepihak atau mungkin karena perusahaan tempat Kamu bekerja mengalami kebangkrutan, memang tidaklah menyenangkan. Apapun alasannya, kehilangan pekerjaan bukanlah sebuah momen yang patut dirayakan. Terkejut, tidak bisa menerima dengan lapang dada, atau bahkan depresi lantas dapat menyerang Kamu. Pikiran Kamu langsung berkecamuk dengan bayangan masa depan yang memudar dan suram, belum lagi tumpukan tagihan yang juga akan segera menghantui Kamu. Menghadapi situasi seperti ini, Kamu tidak boleh diam saja dan meratapi kejatuhan tersebut berlarut-larut. Ada begitu banyak hal yang bisa Kamu lakukan untuk mengisi waktu sebelum Kamu merasa siap untuk kembali mendapatkan pekerjaan yang baru dan berjibaku dengan persaingan dunia kerja



Berikut ini adalah beberapa hal yang  layak dicoba untuk mengalihkan pikiranmu dari rasa depresi akibat kehilangan karir dan pekerjaan.

·         Saatnya Berkumpul !
Kapan terakhir kali Kamu bersenda gurau dengan keluarga, sahabat dan orang terdekat? Beragam kesibukan dan pekerjaan di kantor tentu saja menyita waktu yang tidak sedikit, sehingga sering kali keluarga dan sahabat menjadi terabaikan. Kini adalah saatnya untuk kembali menyapa mereka dan mengajak berkumpul bersama. Tidak perlu membuang uang terlalu banyak dengan bermewah-mewah di kafe atau tempat yang mahal, cukup undang saja ke rumah dan bersenang-senang. Jika Kamu merasa belum ingin menceritakan persoalan kehilangan pekerjaan tersebut, maka tidak perlu diceritakan dulu. Nikmati saja waktu bersantai dan kebersamaan kalian tanpa perlu merisaukan masalah yang sedang terjadi. Kamu akan merasa lebih relaks dan bersyukur bahwa masih ada teman-teman di kehidupan Kamu.

·        Jalan-Jalan Hemat
Tak perlu mengeluarkan kocek yang terlalu besar untuk menyenangkan diri sendiri saat berjalan-jalan. Kamu bisa menyempatkan diri untuk pergi refreshing ke Kebun Binatang Ragunan, bersepeda di sekeliling Monas, mencoba pemandian air panas, atau juga melepas penat di Pantai Ancol. Dengan berada di ketiga tempat tersebut, Kamu tidak akan melihat terlalu banyak orang-orang yang berseliweran dengan menggunakan pakaian kerja. Sedikit banyak, Kamu juga menjadi lebih tenang karena memiliki kegiatan di luar ruangan tanpa perlu mengingat-ingat kondisi pekerjaan Kamu saat itu. Tempat berjalan-jalan hemat lainnya seperti taman kota juga bisa menjadi pilihan, namun memang sebaiknya bukan pusat perbelanjaan atau mall, agar lebih santai.

·        Me Time
Tanpa adanya ikatan kerja yang biasanya menyita waktu Kamu (8 jam sehari, 5 hari dalam seminggu), kini Kamu jadi lebih leluasa mengatur hari bebas Kamu. Jika Kamu suka melukis, ini adalah saatnya memberikan ruang bagi jiwa seni Kamu untuk kembali berkobar. Bagi pecinta alam, mungkin ini juga merupakan waktu terbaik untuk menjelajah pegunungan yang sudah lama ingin Kamu daki. Beberapa tempat wisata seperti air terjun di Goa Pindul bisa juga menjadi alternatif alam lainnya – Tentunya dengan catatan Kamu juga perlu menentukan mau sampai kapan Anda ‘menenangkan diri’ dari masalah kehilangan pekerjaan.

·        Pembentukan & Kebugaran Tubuh
“Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat juga”, adalah sebuah ungkapan yang sudah tak asing lagi di telinga kita semua. Pilihlah jenis olahraga yang Kamu suka dan ingin lakukan. Lari pagi, seni bela diri, yoga atau fitness, semuanya bisa Anda coba kapan saja. Dengan memiliki kegiatan olahraga yang aktif, tubuh Kamu juga akan menjadi lebih sehat, dan nilai lebihnya tentu saja dapat memperbaiki bentuk tubuh. Jadi, ketika Kamu kembali melamar pekerjaan dan melakukan sesi wawancara, isi kepalamu sudah dipenuhi dengan ide-ide yang segar, serta tubuh yang lebih bugar.


Bagaimana? Tak perlu merasa depresi, bukan? Lakukan hal-hal positif yang selalu Kamu inginkan. Manfaatkan waktu luang yang Kamu miliki, dan ketika Kamu sudah merasa siap untuk kembali menghadapi kerasnya persaingan dunia kerja , maka Kamu sudah tahu pasti apa yang berikutnya harus Kamu lakukan. Good luck and take your time

Senin, 16 Maret 2015

Kriteria Karyawan Produktif Menurut Perusahaan


Bagi Anda para jobseeker, dan masih belum menemukan tempat bekerja yang sesuai dengan keinginan Anda, pastinya sedang bertanya-tanya mengapa sampai saat ini belum ada panggilan kerja yang sesuai? Atau bagi Anda yang sudah menerima panggilan kerja dan telah melalui proses Interview, namun belum mendapatkan respon dari perusahaan tersebut pastinya membuat Anda gusar dan tidak tenang, memikirkan apakah perusahaan tersebut tertarik dengan Anda atau tidak.

Sebagai jobseeker, selain harus lebih sering melakukan evaluasi diri, Anda juga harus mengetahui bahwa ada beberapa kriteria yang harus Anda miliki, yang mana kriteria tersebut dianggap sebagai tolak ukur produktivitas diri Anda sehingga perusahaan dapat menentukan apakah Anda sangat layak bekerja di perusahaan tersebut.

Bagi suatu perusahaan, mendapatkan pegawai atau karyawan sama halnya dengan Investasi jangka panjang. Mereka menanamkan nilai-nilai perusahaan kepada seluruh karyawannya agar dapat bekerja sebaik mungkin sehingga dapat mengharumkan nama dan citra perusahaan di mata publik, terutama bagi klien dan pelanggan.  Seperti layaknya kita, orang awam yang ingin berinvestasi dalam bentuk barang, pastinya setiap perusahaan memiliki kriteria tersendiri yang menurut mereka layak di Investasikan.


Ada beberapa kriteria pekerja produktif yang diinginkan oleh perusahaan bagi Anda yang ingin memiliki karir di perusahaan tersebut, yaitu;

1.      Usia
Menurut badan Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada tahun 2014 mencapai angka 125,32 juta orang dan dari angka tersebut tercatat ada sekitar 114,02 juta orang yang bekerja. Selain itu, dari jumlah angkatan kerja tersebut, didominasi oleh usia 30-34 tahun, yaitu sekitar 17%. Dilanjutkan dengan usia 25-29 tahun, yaitu menduduki angka 14% dan lalu usia 20-24 tahun dengan angka 12%. Maka usia yang dianggap produktif adalah 30-34 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut biasanya karyawan sudah memiliki jenjang karir dan pengalaman kerja yang cukup. Karyawan dengan usia tersebut biasanya sudah berada di level senior, dan bahkan beberapa sudah dipercaya untuk mengepalai sebuah divisi. Jika Anda termasuk pada usia tersebut dan memiliki karir yang bagus di kantor, biasanya banyak perusahaan lain yang akan menawarkan posisi yang lebih menarik bagi jenjang karir Anda.
Lalu untuk usia 25-29 tahun adalah usia penentu bagi Anda untuk melangkah menapaki karir selanjutnya. Di usia yang tergolong produktif tingkat 2 ini, perusahaan akan menguji skill atau kemampuan Anda lebih mendalam. Beberapa tantangan akan diberikan untuk Anda dari perusahaan. Jika Anda dianggap bagus dalam bekerja dan memiliki pengalaman yang cukup menarik, maka tidak susah bagi perusahaan untuk menerima Anda sebagai pegawai –Terlebih lagi bagi Anda yang berusia sekitar 30 tahun, kesempatan Anda menjadi seorang manager suatu perusahaan akan terbuka. Bagi Anda yang berusia  20-24 tahun, adalah awal permulaan Anda memasuki dunia kerja.  Anda harus meyakinkan perusahaan bahwa Anda sangat layak untuk bergabung walaupun pengalaman masih dianggap minim. Dari sini perusahaan akan menilai Anda cukup gigih dalam bekerja.

2.      Skill atau Kemampuan
Menurut Gomes, produktivitas karyawan dipengaruhi oleh knowledge, skills, abilities, attitude dan behaviours. Hal ini terlihat dari bagaimana skill yang dimiliki karyawan maupun calon karyawan tersebut. Dari sekian banyak calon pekerja dan pekerja yang ada, perusahaan harus menilik dan menilai lebih dalam seberapa besar pengaruh dari kemampuan mereka terhadap kemajuan perusahaan. Bagi kandidat dengan kemampuan bekerja yang paling baik dan produktif akan dipilih oleh perusahaan untuk bergabung dan mengembangkan kemampuan mereka.

3.      Status
Walaupun menikah adalah hak setiap orang, namun ada beberapa pertimbangan untuk menerima orang yang bekerja dengan status sudah memiliki keluarga. Dikutip dari buku Muchdarsyah Sinungan, suatu produktivitas pekerja dapat dinilai yakni  dari jam-jam kerja yang harus dibayar dan jam-jam kerja yang dipergunakan untuk bekerja. Jam kerja yang harus dibayar meliputi semua jam-jam kerja yang harus dibayar, ditambah jam-jam yang tidak digunakan untuk bekerja namun harus dibayar, liburan, cuti, libur karena sakit, tugas luar dan sisa lainnya. Jadi bagi keperluan pengukuran umum produktivitas tenaga kerja kita memiliki unit-unit yang diperlukan, yakni: kuantitas hasil dan kuantitas penggunaan masukan tenaga kerja. Maka bagi karyawan yang sudah berkelurga biasanya akan memiliki waktu yang kurang flexible utamanya bagi perempuan, dimana wajib untuk berada di sisi anak dalam saat –saat tertentu. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi perusahaan, dimana jika karyawan sering tidak masuk, terutama karena kepentingan yan berhubungan dengan keluarga (istri & anak), maka akan berpengaruh kepada rutinitas dan produktifitas di kantor. Kecuali jika Anda dapat meyakinkan perusahaan bahwa Anda akan selalu loyalitas dalam bekerja dan dapat membagi waktu dengan baik untuk urusan rumah tangga. Maka hal tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan.


Senin, 09 Maret 2015

Perlukah Melakukan Negosiasi Gaji?


Mendapatkan sejumlah income atau gaji setiap bulannya adalah alasan orang untuk bekerja. Namun jika bicara mengenai gaji, tentunya harus memiliki kepekaan tersendiri karena hal ini memang cukup sensitif. Semua hal yang berkaitan dengan uang, terlebih lagi soal gaji, perlu diperhatikan sebaik mungkin, mengingat besarnya dampak dan pengaruh terhadap diri sendiri dan orang lain.

Jika kita melihat berbagai info seputar lowongan dan karir yang ada di beberapa media, tidak semua perusahaan mencantumkan salary atau gaji yang akan mereka berikan untuk posisi tertentu. Banyak dari perusahaan bahkan meminta kita sebagai jobseeker untuk menawarkan gaji yang kita inginkan. Tentunya kita sebagai pelamar kerja ingin mendapatkan gaji atau income yang cukup bukan? Kembalikan ke diri kita sendiri, apakah gaji yang kita harapkan sudah sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kita. Banyak juga perusahaan yang baru membicarakan gaji saat bertemu langsung dengan kita, yaitu saat interview.

Pada saat proses interview di suatu perusahaan, Anda akan dihadapkan dengan beberapa pertanyaan dari user maupun HRD untuk lebih mengenal diri Anda. Setelah sesi tanya jawab yang mereka ajukan selesai, Anda biasanya dipersilahkan untuk bertanya tentang profil perusahaan beserta job desc Anda. Pertanyaan umum yang dipertanyakan oleh jobseeker biasanya adalah seputar range gaji untuk posisi yang diinginkan. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan akan menerima pertanyaan tersebut pada awal sesi Anda bertanya? Hal tersebut akan memperlihatkan bahwa Anda adalah orang yang berorientasi hanya pada uang. Sebaiknya cobalah menelaah lebih jauh tentang job desc yang akan anda kerjakan dan latar belakang perusahaan. Baru jika keadaan sudah lebih mencair, Anda dapat menanyakan soal gaji dan benefit lain yang akan diberikan oleh perusahaan.

Jika angka gaji sudah diutarakan oleh user atau HRD, maka cobalah untuk tidak bereaksi berlebihan Baik itu reaksi senang maupun reaksi kurang puas. Terkadang kita sebagai jobseeker yang tengah kesulitan mendapatkan kerjaan, pastinya sangat senang bila mendapat penawaran dengan nominal gaji yang cukup besar. Namun perlu diingat, jangan memperlihatkan seolah Anda tergiur dengan banyaknya uang karena pada akhirnya gaji yang besar akan mendatangkan ke tanggung jawab pekerjaan yang besar juga. Maka usahakan untuk menyeimbangkan tanggung jawab dan gaji yang didapat. Namun jika gaji yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan Anda, maka jangan juga memperlihatkan wajah kekecewaan mendalam Anda. Cobalah untuk tetap tenang sambil menanyakan apakah ada tunjangan atau benefit lain yang akan Anda dapatkan, atau cobalah melakukan negosiasi gaji saat wawancara dengan pihak user atau HRD.

Saat kita sudah melewati beberapa tahap dan sampai dengan tahap negosiasi, disinilah perusahaan terkadang akan menilai Anda secara lebih mendalam –Di sini Anda perlu menilai diri sendiri, mulai dari pengalaman maupun kemampuan, yang lalu akan direpresentasikan ke dalam nominal angka. Jika nominal yang ditawarkan terlalu kecil, belum tentu perusahaan tersebut hanya mampu membayar dengan nominal tersebut. Beberapa perusahaan kerap kali menguji Anda dalam skill negosiasi. Jika Anda hanya menerima saja walaupun dirasa rendah, maka perusahaan akan dengan senang hati menerima Anda karena itu akan mengurangi budget pengeluaran perusahaan. Namun jika Anda percaya diri dengan kemampuan Anda, sangat dianjurkan menaikan angka gaji Anda.

Perlu diperhatikan saat Anda bernegoisasi. Hindarilah sikap kaku dan kurang fleksibel. Coba hitung kembali pengeluaran yang Anda keluarkan selama bekerja, lalu ajukan nominal yang dirasa pantas didapatkan, berdasarkan jumlah nominal yang ditawarkan oleh perusahaan. Lihat kembali bidang yang ditekuni dan latar belakang perusahaan. Terkadang masih banyak perusahaan yang belum dapat memberikan nilai besar. Maka jika Anda merasa kurang mendapatkan yang Anda inginkan, cobalah untuk mencoba ke perusahaan yang lebih besar. Lakukan negosiasi dengan sebijak mungkin, sehingga akan memberi kepuasan kepada kedua belah pihak. 

Senin, 23 Februari 2015

Tips Agar Disukai Oleh Rekan Sekantor

Kantor merupakan tempat dimana sekumpulan orang-orang yang diberdayakan untuk menjalankan suatu lembaga usaha, atau mengerjakan pekerjaan. Dalam pemahaman lain, kantor merupakan suatu lembaga usaha yang berisi sekumpulan komunitas kecil atau besar dari berbagai macam jenis orang yang sudah diseleksi atau dipilih oleh perusahaan melalui serangkaian hasil tes penyaringan masuk, atau proses rekrutmen.

Selain fungsi utama sebagai tempat bekerja, kantor juga bisa dijadikan sebagai sarana bagi setiap individu yang ada di dalamnya untuk saling mengenal satu sama lain –Meski dalam proses pengenalan ini, terkadang sering kali timbul gesekan-gesekan kecil yang bisa berpengaruh terhadap kinerja kamu di kantor. Lalu bagaimana caranya agar kinerja tetap terjaga tanpa harus membatasi pergaulan di kantor?



Berikut adalah beberapa tips karir untuk kamu tentang bagaimana cara agar disukai rekan sekantor dengan cara yang positif;

Pribadi Yang Menyenangkan
Menjadi pribadi yang menyenangkan itu tidak sulit kok, cukup dengan mengucapkan selamat pagi ketika kamu sampai di kantor kepada sesama rekan yang kebetulan berpapasan juga sudah cukup untuk kamu dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan. Karena selain itu, suasana yang menyenangkan bisa nyatanya juga bisa menaikkan mood kamu dan rekan sekantor yang lainnya.


Selalu Siap Membantu.
Siap membantu mungkin tidak berarti kamu bisa membantu mengerjakan apa saja, jika ada rekan kerja kamu kesulitan dalam mengerjakan tugasnya dan kebetulan kamu mempunyai pengetahuan yang bisa meringankan kesulitan tersebut. Tidak ada salahnya untuk sesekali membantu rekan kamu, tapi ingat, sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan setiap saat  karena dampak negatifnya yang akan membuat rekan kerja kamu akan bergantung kepada kamu dan terlalu mengandalkan kamu.


Selalu Berfikir Positif.
Semua orang menyukai pribadi yang selalu berfikir positif dan tidak mencurigai orang lain. Jadilah pribadi yang tidak memiliki prasangka buruk terhadap rekan kerja. Ciptakan nuansa positif di lingkungan kamu bekerja dengan sikap yang selalu berfikir positif. Memiliki pemikiran positif akan berdampak pada munculnya sikap bekerja yang positif pula sehingga Anda bisa berinteraksi dengan sesama rekan kerja dengan baik dan  dapat mengerjakan pekerjaan Anda dengan tanpa hambatan.


Dalam proses bersosialisasi, tentunya tidaklah selalu semudah yang kita inginkan, mengingat ada banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda di dalamnya – Termasuk proses sosialisasi di dalam lingkungan kantor atau kerja. Tergantung bagaimana tiap-tiap pribadi menyikapi dan bersikap. Butuh kedewasaan dan penerimaan yang baik, serta memahami setiap karakter yang ada untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif namun tetap menyenangkan.

Rabu, 11 Februari 2015

Tips Taklukan Interview Dengan Mudah

Sesi interview atau yang lebih dikenal dengan kata wawancara kerja, bisa menjadi sebuah pengalaman yang menegangkan jika kita tidak mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, terutama bagi kamu yang baru pertama kali memasuki dunia kerja. Susunan pertanyaan yang dilontarkan seraya dengan intonasi serius dari calon atasan, rasanya akan membuat kita sulit untuk bisa terlihat tenang dan santai.

Perlu diingat bahwa persiapan yang matang akan membantu kamu dalam menghadapi sesi interview kerja, misalnya dengan cara mencari tahu apa saja pertanyaan-pertanyaan yang biasanya ditanyakan pada saat interview kerja berlangsung. Ada beberapa pertanyaan mendasar yang akan kamu dapatkan pada saat sesi interview, seperti:

  • Profil diri. Kamu diminta untuk menceritakan gambaran tentang diri sendiri.
  • Tanggung jawab apa saja yang akan kamu pegang dalam pekerjaan sebelumnya
  • Mengapa kamu memutuskan untuk berhenti dari perusahaan sebelumnya?
  • Apa alasan kamu ingin bergabung dengan perusahaan yang sekarang?
  • Sebutkan tiga kelebihan dan tiga kekurangan kamu.
  • Lima tahun dari sekarang, dimanakah kamu melihat dirimu sendiri?
  • Mengapa kamu memilih dan menginginkan pekerjaan ini?

Pertanyaan-pertanyaan di atas masih termasuk dalam skala yang mudah untuk dijawab. Jika kamu merasa tenang setelah mengetahuinya, mari lanjut ke level selanjutnya yang lebih sulit. Di sesi selanjutnya, kamu akan mendapatkan pertanyaan yang ‘menjebak’, pun biasanya tak luput disampaikan, seperti yang bisa Anda contek di bawah ini:

  • Sebutkan alasan mengapa kami harus menerima Anda?
  • Apa yang bisa Anda tawarkan bagi perusahaan kami?
  • Bagaimana kami bisa yakin kalau Anda tidak akan resign setelah masa percobaan selesai?
  • Ceritakan kepada kami satu atau dua hal mengenai bidang pekerjaan ini, yang menurut Anda belum kami ketahui.
  • Jika kami ingin mengadakan program CSR dalam waktu satu bulan, apa saja yang bisa Anda lakukan hanya dalam tenggat waktu terbatas tersebut?

Apa kamu mulai merasa bulir-bulir keringat menetes dari atas dahi? Jika iya, berarti mungkin kamu memang belum yakin dengan persiapan yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Dengan melihat beberapa contoh pertanyaan yang umumnya ditanyakan pada saat interview, seperti di atas, kini mungkin kamu sudah menemukan batu pijakan pertama untuk mempersiapkan diri. Namun selain beberapa pertanyaan di atas, ada juga beberapa pertanyaan yang diberikan untuk mengetahui kreatifitas kamu dalam bekerja –Yang mana jika mendapat pertanyaan seperti itu, sebaiknya kamu bisa menunjukan kreatifitas kamu dengan baik. Berikut beberapa contoh pertanyaan yang bertujuan untuk menguji ide kamu dalam berkreasi, seperti:

  • Jika Anda melihat kantor ini, apa yang ingin Anda ubah? (pertanyaan seperti ini kerap muncul di industri kreatif, seperti desain interior.)
  • Bayangkan jika Anda harus bekerja satu tim dengan rekan yang menyebalkan. Coba perlihatkan kepada kami, cara Anda untuk bisa memenangkan hatinya agar pekerjaan kalian cepat selesai.
  • Jika Anda melihat website kami. Apa yang menurut Anda paling menarik? Dan apa yang paling tidak menarik? Sebutkan pula alasannya.
  • Ceritakan kepada kami, apa hal paling kreatif yang pernah Anda buat?
  • Jika Anda harus berlari dari kantor ini ke stasiun kereta, dan hanya memiliki waktu 15 menit. Rute jalan mana yang akan Anda pilih?

Semoga tips seputar karir kali ini dapat memberikan solusi untuk meredam ketegangan Anda menjelang interview kerja berikutnya.

Selasa, 03 Februari 2015

Bijaksanalah Dalam Menghabiskan Gaji

Senang rasanya bila dedikasi kita dengan perusahaan dihargai, tidak hanya di apresiasi secara emosional namun  dalam bentuk fisik berupa uang, atau lebih dikenal dengan sebutan gaji bulanan. Salah satu alasan utama orang bekerja karena ingin mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan. Gaji yang didapat setiap karyawan akan menambah semangat dalam bekerja, sehingga mereka termotivasi untuk bekerja dengan baik –Agar dikemudian hari jika beruntung mendapatkan kenaikan gaji.

Namun kenyataan yang banyak didengar saat ini adalah banyaknya para pekerja yang sering mengeluhkan soal gaji yang diterima masih di rasa kurang. Dihitung dari harga kebutuhan hidup yang tidak pernah turun, ongkos perjalanan yang tidak sedikit, kewajiban membiayai keluarga, belum lagi harus melunasi cicilan ini itu. Hal-hal semacam ini kadang sangat memberatkan pekerja. Jika Anda tinggal di kota metropolitan, pastinya gaya hidup cukup juga menjadi salah satu indikator terkurasnya uang gaji Anda. Alih–alih butuh refreshing atau hiburan dengan bersantai di cafĂ©, Anda tidak akan sungkan mengeluarkan beberapa dari gaji Anda hanya demi segelas kopi hangat. 

Bijaklah dalam mengatur gaji anda, tanamkan rasa syukur mendalam kepadaNya atas rezeki yang diberikan. Selalu ingat bahwa rezeki sudah ada yang mengatur maka jangan pernah merasa bahwa gaji Anda selalu kurang serta jangan menghamburkan-hamburkan hasil kerja keras Anda.  Banyak berbagi dengan sesama yang membutuhkan, akan menimbulkan rasa syukur, bahwa masih banyak golongan masyarakat yang ingin berada di posisi Anda sekarang, dimana setiap bulan sudah mendapatkan kepastian penghasilan.

Setelah bersyukur, hal yang perlu diperhatikan adalah selalu meng-evaluasi diri setiap menerima gaji. Apakah cash flow diri Anda sudah seimbang atau belum? Jika belum, sebaiknya sesuaikan cara dan gaya hidup Anda. Hindarkan diri dari tawaran cicilan yang menggiurkan, terutama dari kartu kredit, karena bunga yang diberikan akan cukup menguras isi dompet Anda. Jangan sampai Anda harus berhutang pada rekan kerja Anda, hal tersebut akan menjadi beban untuk Anda untuk mengembalikannya, dan apabila ada masalah dalam proses pengembaliannya akan merugikan nama baik Anda di lingkungan kerja. Lihat kembali kemampuan dan keadaan keuangan, apakah Anda dapat melunasi cicilan tersebut ke depannya? Dan apakah masih banyak kebutuhan yang lebih penting?

Jika kita  mampu membayar cicilan tertentu, sebaiknya menyicil untuk barang produktif yang memiliki nilai jual, seperti barang elektronik dan kendaraan. Bisa jadi Anda akan memiliki aset berharga  dikemudian hari. Bicara soal aset, takkan jauh dari investasi. Investasikan sebagian gaji Anda ke beberapa pilihan yang aman, seperti emas ataupun menabung di tabungan berjangka. Dari aset investasi tersebut, Anda dapat menikmati hasil jerih payah selama bekerja dalam bentuk barang yang bernilai. Atau jika gaji Anda mencukupi, investasikan dalam bentuk properti cukup menjanjikan. Investasi berupa saham tentu saja boleh, namun tidak dianjurkan bagi Anda yang belum memiliki banyak aset berharga dan belum bisa menerima resiko besar, karena naik turun angka saham sangat tidak menentu.

Mengingat Anda tidak hanya hidup di masa kini, ingatlah untuk menabung demi masa depan. Walaupun  jumlah yang ditabung sedikit, kelak akan membuahkan hasil yang diinginkan jika selalu sabar dan rajin menabung. Paksakan diri Anda untuk tidak membeli kebutuhan yang kurang perlu. Alokasikanlah sebagian gaji untuk menabung.  Jangan lupa untuk memiliki proteksi diri seperti asuransi atau bentuk bantuan kesehatan lainnya. Mungkin dari gaji yang Anda dapat, jika dikumpulkan dengan bijak, akan menghasilkan sesuatu yang berguna di kemudian hari, seperti punya rumah pribadi, kendaraan, ataupun wisata religi, so be wise for your income.